Wilujeng Sumping Di "Media" na Urang Sunda

Bissmillahirrochmaanirrochiim. Sadayana Wartawan Media Soara Sukapura Indonesian Online News di Bahanan Kartu Identitas (Id Car) sareng di larang ngalanggar kana Kode Etik Journalistik Indonesia Sareng kedah Taat Tumut kana UUD 1945 sareng tunduk dina Aturan UU No 40 Tahun 1999 ( kanggo Pers Journalis Indonesia) sareng ka simpatisan ( Nara Sumber) di larang masihan barang , boh bilih aya Fitnah anu teu di harepkeun.

Rabu, 16 November 2011

KATAGORI OPINI " BILA KAH PENDIDIKAN 100% GRATIS LAGI...!!!

Kabupaten Tasikmalaya :
Sejurus tentang sebuah "Program" Gratis pendidikan di tanah Air Kita Indonesia , telah banyak di Kupas berbagai lapisan Masyarakat (Rakyat Indonesia) dari berbagai lapisan Masyarakat , dari Kelas Awam , Tinggi , Menengah, Bawah, barisan LSM , barisan Journalis , Akademika ( Gerakan atau Non Gerakan ) politisi dan jajaran Hukum Birokrasi atau -pun Non Birokrasi .
Tetap yang Namanya Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut tidak ada bentuk 100% Gratis ( Dari Mulai pencetusan sampai dengan sekarang ini).
Penelaahan ( Sederhana) penulis, tertuang kembali setelah melihat Kondisi yang ada saat ini, Sekolah-sekolah (Negri/Swasta) di berbagai Naungan ( Kemenag & Kemendikbudnas) saat ini telah "Membuat" Slogan baru , dari Slogan kata "Gratis" menjadi kata "Terjangkau" ( By Data Real) coba tengok , di Sekolah-Sekolah resmi misalnya akan terpampang sebuah "Pamplet" di Dinding Atas Sekolah bersangkutan dengan kata-kata sebagai berikut " Sekolah Ini menyelenggarakan Pendidikan yang "Terjangkau".
Pada waktu ke-Belakang ( Kemarin) kita sebagai bagian masyarakat yang perduli pada hal " Gratis" itu telah merasa gembira , terutama "Tindakan" Pemerintah Republik Indonesia yang mengusung Program Gratis tersebut. Namun entah lah mau di kata "saat" ini,,,,!!! , dan bagai mana Gratis tersebut,,!! secepat itu di cabut...lalu kekaguman kita kepada Pemerintah Republik Indonesia itu sendiri akan pudar,,?? , karena dengan kata-kata Gratis ( Beberapa Tahun ke-belakang) masyarakat sangat ter-bantukan dan Wujud nyata Pengabdian sesungguhnya Pemerintah kepada rakyatnya telah " Alhamdullillah " Nyata ,,!!.
Dan penulis-pun berandai-andai " Kalau Pamplet seruan itu , ke Depannya di Rubah jadi Kata-Kata " PENDIDIKAN DI SEKOLAH INI BAYAR..!!" dan Rakyat Indonesia yang masih 75% nya masih di bawah Garis kemiskinan , akan-kah bisa menyekolahkan,,?? kita tunggu hasil dari pada "Pendidikan Terjangkau" ini dan sampai kapan ,,dan akankah "Gratis" kembali.( Rizal)   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar