Wilujeng Sumping Di "Media" na Urang Sunda

Bissmillahirrochmaanirrochiim. Sadayana Wartawan Media Soara Sukapura Indonesian Online News di Bahanan Kartu Identitas (Id Car) sareng di larang ngalanggar kana Kode Etik Journalistik Indonesia Sareng kedah Taat Tumut kana UUD 1945 sareng tunduk dina Aturan UU No 40 Tahun 1999 ( kanggo Pers Journalis Indonesia) sareng ka simpatisan ( Nara Sumber) di larang masihan barang , boh bilih aya Fitnah anu teu di harepkeun.

Selasa, 18 Oktober 2011

MASAYARAKAT PRASASTI "GEGER HANJUANG" MENGGUGAT "Jalan Kami Butuuut,,!!"

Masyarakat Sekita Prasasti "Geger Hanjuang" Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari ketika berdemo(Doc.SR)
Kabupaten Tasikmalaya SR.
Dengan Menaiki kendaraan bermotor , dan mobil bak jenis ( Colt) 500an  Warga Masyarakat Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari , datang menyerbu Gedung Setda Kabupaten Tasikmalaya ( 17-10-2011) .
Demo "Ria" warga yang mengatas Nama kan Masyarakat " Geger Hanjuang" ( Situs yang merupakan Cikal Bakal Kabupaten Tasikmalaya) menuntut di lestarikannya " Situs" bersejarah tersebut.
Di Jaga Ketat Pihak Kepolisian (Polres Tasikmalaya)
Teriakan -demi teriakan jelas terdengar (Khas Pendemo) terdengar menggema, " Kami datang , ke Gedung ini membawa,aspirasi Kami , yaitu Jangan Tunda Pemeliharaan Situs bersejarah itu, tidak akan Ada Nama Tasikmalaya apabila tidak ada Geger Hanjuang " Ujar sang Orator dengan umpatan Khas Pendemo.
Bupati Tasikmalaya H.UU.R.Ullum ketika menjawab " Amarah Warga" Geger Hanjuang
Pasir Geger Hanjaung itu terletak di Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari -+ 15Km dari "Megahnya Gunung Galunggung" , daerah tersebut , menurut para pakar Sejarah merupakan Cikal Bakal adanya Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya (sampai Sekarang) dan di buktikan dengan di ketemukannya Prasasti Gegerhanjuang di daerah tersebut.
Seperti Pantauan SR di Lapangan , akses jalan menuju Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari itu, "Hancur" dan entah sampai kapan jalan tersebut akan di perbaiki, masyarakat sekitar " Situs" bersejarah itu,merasa bahwa mereka ( Wilayah Mereka) hanya di pandang sebelah mata saja oleh Pemkab Tasikmalaya , salah seorang warga Masyarakat (Peserta Demontrasi waktu itu) bahkan menyebutkan " Bupati baru itu (H. UU R Ullum) , sewaktu gencarnya berkampanye, kerap datang ke Desa Kami, dan janji-nya pun sempat terdengar,bahwa seandainya Beliau terpilih, jadi Bupati Tasikmalaya insya Alloh jalan ini kami akan priotaskan " Ujar Undang kepada SR .
Sekelumit data perlu kita Ketahui bersama, sekitar Abad ke-XII Kekuasaan Mahabhiseka ( Raja-Raja Galuh) bertachta di Pasundan , dan setelah itu lahirlah Kerajaan Galunggung yang menurut pakar Sejarah Kepurbakalaan , berdirinya Kerajaan Galunggung pada Tanggal 13 Bharaphada 1033 Tahun Saka atau (21 Agustus -1111), dan pembuktian bahwa Prasasti Geger Hanjuang yang berada di sekitar Kecamatan  Leuwisari  itu jelas mengukuhkan , bahwa Cikal bakal sebuah Nama Kabupaten Tasikmalaya tersebut jelas adanya.
Kepala Desa Linggawangi Alam ikut pula ber-orasi bersama Warganya " Kami kesini membawa aspirasi,  Masyarakat Desa kami , dan sampai saat ini , pihak Pemkab Tasikmalaya belum merealisasikan " Infrastruktur " jalan ke-Geger anjuang tersebut, dan jangan Lupa , daerah kami adalah ' Miniatur" Nama Pemkab Tasikmalaya " Teriaknya yang di tepuki peserta Demontrasi.Demo Damai Warga Desa Linggawangi itu di kawal Pasukan Ke-amanan dari Polres Tasikmalaya.
Dalam pada itu , Bupati Tasikmalaya H.UU.R.Ullum sempat menjawab , tuntutan Warga Desa Linggasirna tersebut , dalam jawaban "Orasinya" Bupati mengungkapkan " yang datang ke-gedung ini, bukan hanya saudara-saudara ini , dari Tasela , Tasik utara , dan Lain-lainnya ini meminta hal yang sama , namun perlu di ketahui bahwa , dana untuk Infrastruktur jalan untuk saat ini belum semuanya bisa ter-realisasi, dan Anggaran Belanja Negara ( RAPBN) tahun lalu itu , terserap kepada pergantian lahan Gedung Kita yang baru ini" Jelas Bupati yang menuai kekecewaan dari para Pendemo.
Di lain tempat, Salah seorang Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah Tasikmalaya (PKPDT) menyatakan " Seandainya , tuntutan-tujntutan warga Masyarakat yang datang ke-Gedung itu ( Gedung Setda Kab.Tasikmalaya) tidak secepatnya ter-akomodir dan di Nyatakan dalam kerangka yang nyata , maka kami Khawatir dampaknya , akan berimbas kepada Peta Politik Masyarakat dan Peta Ekonomi Masyarakat" Ujar Ketua PKPDT Asep.MR mengakhiri coretan SR.( Rizal)  
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar