Wilujeng Sumping Di "Media" na Urang Sunda

Bissmillahirrochmaanirrochiim. Sadayana Wartawan Media Soara Sukapura Indonesian Online News di Bahanan Kartu Identitas (Id Car) sareng di larang ngalanggar kana Kode Etik Journalistik Indonesia Sareng kedah Taat Tumut kana UUD 1945 sareng tunduk dina Aturan UU No 40 Tahun 1999 ( kanggo Pers Journalis Indonesia) sareng ka simpatisan ( Nara Sumber) di larang masihan barang , boh bilih aya Fitnah anu teu di harepkeun.

Senin, 14 November 2011

JUMLAH KUOTA DAN NOMINAL BSM (BANTUAN SISWA MISKIN) SMP & MADRASAH TSYANAWIYYAH "BEDA...!!"

Kabupaten Tasikmalaya :
Ternyata , Jumlah Nominal BSM (Bantuan Siswa Miskin) untuk SMPN/SMPSwasta , dan MTSN/MTSSwasta di Kabupaten Tasikmalaya Khususnya itu beda Jumlahnya .
Penelusuran Penulis , membuktikan bahwa hal tersebut jelas adanya, MTSN/MTSSwasta Sebuah Sekolah di bawah naungan Kemenag , jumlahnya Rp.720.000/Siswa yang memperoleh BSM (Terdata),dan untuk Kuota nya di tambah sekitar -+30% dari jumlah ter-data tahun lalu (2010), untuk BSM Anggaran 2011 ini. Sedangkan untuk Jumlah Nominal di SMPN/SMPSwasta di bawah Naungan Dinas Pendidikan Khususnya adalah Rp.550.000/Siswa terdata Siswa Miskin .
Hal tersebut sempat jadi sorotan Pokja wartawan Kab.Tasikmalaya , karena Pendataan dari Katagori Siswa Miskin itu , (Kriterianya) tetap sama, seperti Pendataan awal, yaitu seorang Siswa/i yang terdata sebagai penerima BSM di sebuah Sekolah harus di data oleh Pihak Sekolah bersangkutan, Cek/Ricek ke-Pemerintah setempat dulu (Pemerintah Desa-Setempat Misalnya) ,seperti " Hanya" yang mempunyai Kartu Sehat Untuk Rakyat Miskin (SKTM Misalnya).
"Mudah-Mudahan hal ini, tidak jadi sebuah Arena Kecemburuan Sosial" Ujar salah se-orang Petugas "Pengelola" BSM di salah sebuah Sekolah SMPN yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.
Guna lebih , mempulikasikan hal tersebut, Khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, masyarakat ( Orang Tua Wali) Murid , yang mempunyai Anak di jenjang Pendidikan Menengah pada Khususnya "Menyayangkan" kurangnya Informasi mendetail tentang Program "Berlian" itu, karena dengan Alasan kurangnya Informasi, kadang suka salah "Duga", misalnya-akan keluar kata-kata " Ah,,,masa,,anak saya hanya menerima Rp.550.000,,!!" jangan-jangan......!!!, ( Penulis mencoba Ber-rgument).
Kemandirian sebuah Informasi bukan merupakan kebutuhan se-saat, hanya karena hal itu saja , karena banyak sekali Informasi-Informasi yang harus lebih di tingkatkan lagi, hal tersebut harus lebih "Nyekeutan" lagi Informasi ber-kala di kemudian hari , Khususnya bagi Kemandirian Informasi dan ke-Stabilan sebuah tatanan Birokrasi di sebuah Negara , dalam hal ini Pokja Journalis Kabupaten Tasikmalaya menghimbau kepada Barisan Kontrol Cocial ( Wartawan , Kuli Tinta ) yang ada di Kabupaten Tasikmalaya " guna" lebih menstabilkan sebuah Gerakan control yang lebih peka lagi di Era Pemerintahan Reformasi sekarang ini , " Jangan sampai hal sekecil ini-misalnya ,tidak sampai di Publikasikan " Ujar Asep MR Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Tasikmalaya meng-akhiri perbincangan "sederhananya" dengan para petugas Pengelola BSM di sebuah Sekolah SMPN ( Zal)  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar