Wilujeng Sumping Di "Media" na Urang Sunda

Bissmillahirrochmaanirrochiim. Sadayana Wartawan Media Soara Sukapura Indonesian Online News di Bahanan Kartu Identitas (Id Car) sareng di larang ngalanggar kana Kode Etik Journalistik Indonesia Sareng kedah Taat Tumut kana UUD 1945 sareng tunduk dina Aturan UU No 40 Tahun 1999 ( kanggo Pers Journalis Indonesia) sareng ka simpatisan ( Nara Sumber) di larang masihan barang , boh bilih aya Fitnah anu teu di harepkeun.

Sabtu, 01 Oktober 2011

KUWU TENJOWARINGIN ; JANGANKAN DONOR DARAH , DONOR MATA WARGA KAMI BANYAK YANG RELA!!"

Kabupaten Tasikmalaya SR .
Di tengah Krisis darah di PMI Cabang Kabupaten Tasikmalaya , sebuah kabar yang mengharukan , sebuah Desa di ujung Barat perbatasan Kabupaten Tasikmalaya & Kabupaten Garut , tepatnya di Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya , hampir 85% warga Masyarakat Desa Tenjowaringin adalah pendonor yang selalu siap , seandainya " Petugas" Pendonor datang guna mengambil Darahnya .
Kepala Desa Tenjowaringin Solohin ketika di Konfirmasi SR di Rumahnya , menyampaikan "Kabar baik" tersebut " Warga Desa kami , rela mendonorkan darah mereka guna kepentingan Bangsa dan Negara, siapapun orang yang membutuhkan nya " Ujarnya .
Kita sebagai masyarakat Indonesia yang selalu menjunjung "Pri-Kemanusiaan" di Lefel tertinggi patut bangga, dengan kesediaan " Warga Desa Tenjowaringin" tersebut, karena Minat , untuk jadi Pendonor darah itu bukan hal yang Mudah,  dan pengetahuan( Minim) tentang manfaat nya mendonorkan darah telah merusak , sebuah Rencana mulia se-seorang  yang harus secara "Suka rela" darahnya di Jebol untuk sebuah Tujuan nan-Mulia yaitu menolong Orang yang sangat membutuhkan seperti , salah sebuah Pengalaman ( Penulis) , mengantar salah seorang "Kerabat" , yang Sakit dan membutuhkan darah jenis ( Golongan O ) , dan entah permainan apa, atau betul - betul tidak Ada ( Kosong) , PMI Cabang Tasikmalaya mengatakan tidak ada , sedang si Pasien ( Sedang) mengalami sekarat , dan sangat membutuhkan Pasokan darah ke tubuhnya guna meringankan penderitaan dan deraan sakitnya yang luare biasa , dan bisa di bayangkan "Panik & serba salah" kami , waktu itu -Red.
Kades ( Kepala Desa ) Tenjowaringin pun menambahkan " Jangankan "Pendonor" darah , warga kami telah siap mendonorkan Matanya,dan kurang lebih 100 Orang yang telah menyatakan ke-siapannya " Lanjut Solohin dengan Nada pasti.
Desa Tenjowaringin Kecamatan Salawu , pada awal 2010 yang lalu sempat " Di-Dera" ketakutan yang luar biasa dari hembusan " Angin" Gosip tentang Ajaran Terlarang ( Ahmadyiah), namun warga Masyarakat  yang masih setia kepada Ajaran Ahmadi  (Masih ) yakin, bahwa Kebenaran itu letaknya di Tuhan yang Maha esa ( Alloh SWT) , sebuah Sinar merasuk ke jiwa Manusia yang rela hancur demi terciptanya pertolongan Nyata , menolong Ummat manusia yang sangat membutuhkan , bukankah itu sebuah wujud ajaran Islam Rachmatan Lilaalamiin??" Wallohu A,lam" ( Rizal) 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar